Langsung ke konten utama

Menyapu Bumi

Ilustrasi Pixabay.com




Menyapu Bumi

Awan hitam menggelayut di Langit

Memandang bumi tersenyum haru

Nampak manusia-manusia berebut mencicip neraka

Sedang nikmat surga mereka abaikan

Langit menangis dengan kencang

Basahi bumi yang kering kerontang

Bumi tak sanggup menyambut kerinduan langit

Pecah, menyapu bumi

Tangisan langit menyapu bersih bumi

Terdengar teriakan!

Terdengar tangisan!

Terdengar doa dari mulut-mulut penuh ketakutan

Terlihat wajah menghiba

Terlihat kepedihan dimata mereka

Wajah penuh belas kasihan

Kemana mereka selama ini?

Ketika nikmat Tuhan diberi

Makhluk Tuhan abai

Ketika Tuhan mengirim tangisan langit yang menyapu bumi

Terdengar doa saling sahut menyahut

Doa yang ingin di dengar Tuhan

Doa yang ingin Tuhan kabulkan

Mereka merasa kerdil

Mereka tak berdaya

Tak ada kekuasaan manusia melebihi kekuasaan Tuhan

Ingat itu!

ADSN1919




Menyapu Bumi

Awan hitam menggelayut di Langit

Memandang bumi tersenyum haru

Nampak manusia-manusia berebut mencicip neraka

Sedang nikmat surga mereka abaikan

Langit menangis dengan kencang

Basahi bumi yang kering kerontang

Bumi tak sanggup menyambut kerinduan langit

Pecah, menyapu bumi

Tangisan langit menyapu bersih bumi

Terdengar teriakan!

Terdengar tangisan!

Terdengar doa dari mulut-mulut penuh ketakutan

Terlihat wajah menghiba

Terlihat kepedihan dimata mereka

Wajah penuh belas kasihan

Kemana mereka selama ini?

Ketika nikmat Tuhan diberi

Makhluk Tuhan abai

Ketika Tuhan mengirim tangisan langit yang menyapu bumi

Terdengar doa saling sahut menyahut

Doa yang ingin di dengar Tuhan

Doa yang ingin Tuhan kabulkan

Mereka merasa kerdil

Mereka tak berdaya

Tak ada kekuasaan manusia melebihi kekuasaan Tuhan

Ingat itu!

ADSN1919

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Mencitaimu karena Tuhanku

Jangan pernah tutup kedua matamu sebelum engkau mampu melihat bayanganmu ada di kedua bola mataku. Dan jangan pernah engkau biarkan detak jantungmu berhenti  sebelum jemari tanganmu itu mampu merasakan detak jantungku yang berdetak lebih kencang setiap kali aku mengingatmu. Jangan biarkan mulutmu terkatup sebelum aku berikan kecupan manisku padamu, kecupan manis penuh kelembutan dan kehati-hatian seperti saat aku pertama kali mengecup bibir mungilmu itu. Jangan biarkan telingamu itu tak lagi mampu menangkap suara sebelum engkau mendengarkan aku berbisik di telingamu, "Bahwa aku sayang kamu". Dan jangan biarkan nafasmu terhenti sebelum engkau kembali hirup aroma tubuhku, aroma tubuh yang akan membawamu ke alam keabadian rasaku. Jangan pernah ucapkan, "Tuhan ambilah nyawaku" Sebelum engkau berhasil bertemu denganku. Duhai Bidadariku di seberang lautan, aku lelakimu yang pernah bersumpah untuk mendatangimu walau harus men...